Jumat, 23 Oktober 2015


BERKREASI DENGAN HOBI, CIPTAKAN PELUANG USAHA SENDRI
foto sepeda kayu 

Bengkulu, Yang muda yang beraksi itu selogan yang sangat pantas untuk kita sandingkan kepada sekelompok muda yang aktif membentuk komunitas sepeda kayu yang berlokasi di jalan rangkong 7 RT 18 RW 06 kel. Cempaka permai kec. Gading cempaka. Berawal dari hobi kelompok pemuda ini membentuk suatu komunitas yang bernamakan Mebel Tapai Comunity (MTC),  MTC sudah aktif sejak tahun 2008. Mereka memulai inovasinya dari sebuah hobi meraka yaitu sepeda. Sepeda yang awalnya kita lihat kebanyakan terbuat dari bahan besi disulap menjadi sepeda berbahan dasar kayu murni.

“awalnya saya hanya bekerja di mebel membuat prabotan rumah tangga, naumun karna hobi bersama adik-adik yang sering bermain di mebel saya ini, saya tertarik memciptakan inovasi terbaru dari bentuk sepeda. Saya membuat bentuk sepeda dengan bahan dasar kayu ini awalnya hanya untuk memberi wadah untuk mereka , namun akhirnya diminati oleh masyaraka, dan memberikan pemasukan”. Ungkap Martin (37), Kamis (22/10/2015).
Komunitas ini beranggotakan 15 orang. Kegiatan yang rutin mereka lakukan setiap hari sabtu dan minggu ini bisa masyarakat jumpai di pusat-pusat wisata bengkulu, seperti tugu pers, tower, dan simpang skip. “ kami sering melakukan kegiatan turing ini sebagai bentuk promosi kami terhadap komunitas dan hasil produksi komunitas kami kepada masyarakat”. Ungkap Herbi (20) selaku anggota MTC.

Produk hasil ciptaan komunitas MTC ini sudah mampu menarik perhatian wali kota bengkulu Ahmad Kanedi yang menjabat pada massa itu. Ahmad kanedi memesan sebanyak 9 unit sepeda kayu untuk setiap kabupaten. Harga yang dibandrol untuk 1 unit sepeda kayu ini seharga Rp. 5jt. Sangat sebanding dengan bentuk, kualitas dan kreativitas yang di tawarkan. Dan sudah jelas hanya di produksi di kota bengkulu tepatnya di Mebel Tapai comunity. 

3 BULAN SUDAH BENTENG ALAMI KEKERINGAN

Ilustrasi – Kabar Bengkulu
Kekeringan akibat kemarau di Desa Talang 4 Kec. Karang Tinggi Kab. Bengkulu Tengah, kamis (22/10/2015). Warga mengaku sulit memenuhi kebutuhan air. Akibatnya sektor pertanian warga vakum untuk sementara waktu karena tidak ada ketersediaan air untuk mengairi sawah warga.












Bengkulu, sudah 3 bulan terakhir masyarakat di desa talang 4 kec. Karang tinggi kab. Bengkulu tengah dihadapkan pada permasalahankekeringan yang semakin hari semakin parah saja. desa yang belum terjamah oleh saluran perusahaan daerah air minum (PDAM) ini mengaku terpaksa mencari air ke desa-desa lain atau mencari sumber air yang masih tersisa dirumah-rumah kerabat atau tetangga yang memiliki sumur bor.

Kawasan lahan pertanian yang biasanya produktif ditanami, kini hanya terlihat hamparan lahan tanah yang kering gersang dan terbelah. Hal ini sangat berdampak pada bidang perekonomian masyarakat di desa talang 4 ini, karena tidak adanya pemasukan dari lahan pertanian merka saat ini. “Untuk kebutuhan minum sehari-hari saja sudah sulit, apalagi untuk mengari sawah, mana mungkin berharap dari sungai yang sudah kiring. Bagi mereka yang berduit kebutuhan minum bisa dipenuhi dengan membeli galontapi bagi kami yang tidak berduit ya harus berusaha mencari air dulu”. Ungkap zania (38).


Belum adanya bantuan pemerintah terhadap suplai air bersih bagi warga saaat ini, menambah deretan persoalan yang mereka hadapi saat ini. Semoga pemerintah daerah segera memberikan bantuan air setidaknya untuk kebutuhan makan dan minum. Agar masyarakat tidak harus menderita hanya untuk mendapatkan air, apalagi jika mereka sampai menderita karena penyakit pencernaaan jika harus mengkonsumsi air sungai yang sudah tercemar oleh sampah.